• jasa sertifikat SKA
  • jasa sertifikat SKT
  • Biaya Pembuatan ISO
Jasa SKA SKT

Jasa Sertifikasi OHSAS Jakarta

Jasa Sertifikasi OHSAS Jakarta

OHSAS atau Occupational Health and Safety Assesment Serius merupakan sebuah standar internasional yang ditetapkan untuk membantu penerapan dalam Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau lebih dikenal dengan nama Manejemen K3.Tujuan jasa sertifikasi OHSAS Jakarta sendiri adalah untuk membuat sertifikasi dan perlindungan untuk para pekerja agar tidak perlu mengalami kesulitan jika suatu saat timbul kecelakaan maupun penyakit akibat risiko kerja.

Kecelakaan kerja yang terjadi pada karyawan juga dapat membuat dampak buruk bagi perusahaan seperti citra yang memburuk, dan menurunnya nilai perusahaan di mata klien, media, maupun pekerja-pekerja lainnya yang masih ada di dalam perusahaan. Bukan rahasia dan pasti sudah banyak yang mengetahui bahwa banyak sekali bidang dan industri yang dalam proses kerjanya memiliki risiko tinggi dan memiliki dampak negatif pada lingkungan dan juga kesehatan dan keselamatan kerja karyawan.

Hal ini menjadi sebuah alasan mengapa kebanyakan perusahaan besar terutama yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas mewajibkan semua mitranya untuk menerapkan sistem Manajemen K3 dengan jasa sertifikasi OHSAS Jakarta yang sesuai. Mitra dari perusahaan pertambangan yang disebut dengan CSMS (Contractor Safety Management System) harus bisa mengikuti peraturan tender pada bidang minyak dan gas dengan syarat utama memiliki dokumen K3LL dan sertifikasi OHSAS.

Baca juga: Jasa Sertifikat SKT

Jasa Sertifikasi OHSAS Jakarta

Standart dalam Penerapan OHSAS 18001

OHSAS memiliki standar yang mengandung beberapa komponen utama yang perlu dan harus dipenuhi oleh perusahaan yang memakai sistem manajemen K3 dalam penerapannya yang berkesinambungan. OHSAS memiliki komponen utama standar yang dalam penerapannya di perusahaan tidak bisa sembarangan dan harus meliputi beberapa hal berikut ini.

  1. Harus adanya komitmen yang dimiliki oleh seluruh manajemen perusahaan untuk mematuhi manajemen K3.
  2. Harus ada perencanaan atau analisa mengenai beragam program yang ada pada sistem Manajemen K3 dalam perusahaan.
  3. Menerapkan atau melakukan implementasi sistem manajemen K3 dalam perusahaan itu sendiri juga.
  4. Memeriksa dan melakukan koreksi pada pelaksanaan sistem manajemen K3 di perusahaan yang menerapkan.
  5. Membuat review dan ulasan dari manajemen perusahaan mengenai kebijakan sistem manajemen K3 untuk dipraktikkan dalam berbagai kegiatan kantor yang berkesinambungan.

Dengan 5 komponen utama dari OHSAS seperti yang tertulis di atas, terdapat turunan lagi berupa tahapan dalam menyusun sistem manajemen K3. Dalam OHSAS, tahapan tersebut terbagi menjadi tujuh jenis seperti di bawah ini.

  1. Melakukan indentifikasi dari risiko yang mungkin terjadi secara dini dan bahayanya kepada linkungan.
  2. Menyesuikan dan juga melaksanakan ketetapan undang-undang dan juga peraturan dari hukum yang berlaku di Indonesia.
  3. Menetapkan apa yang menjadi target perusahaan dalam melaksanakan program tersebut.
  4. Seluruh komponen di dalam perusahaan harus dan perlu melaksanakan program perencanaan yang dicanangkan sebelumnya guna tercapainya target dan objek yang telah ditentukan oleh perusahaan.
  5. Mengharuskan dirancangnya perencanaan terhadap kejadian-kejadian yang bersifat darurat dalam operasional pekerjaan.
  6. Selalu ingat untuk melakukan ulasan ulang terhadap target dari para pelaksana sistem manajemen K3 yang berwenang.
  7. Tetapkanlah kebijakan perusahaan guna memaksimalkan usaha untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan ke depannya.

Tahapan dari penerapan OHSAS di atas diketahui jauh lebih panjang jika dibandingkan dengan penerapan sistem manajemen K3 yang dicanangkan oleh KEMNAKER. Namun, sebenarnya tidak ada perbedaan yang terlalu banyak atau signifikan. Upaya pelaksanaan OHSAS dalam perusahaan dapat diiringi dengan kemunculan sebuah konsep baru yang diakibatkan oleh praktik OHSAS dalam manajemen perusahaan. Namun, saat ini konsep baru tersebut memiliki sebutan baru yang lebih dikenal, yaitu Green Company.

OHSAP memiliki konsep yang cukup sesuai dengan ISO 14001 dan ISO 9001. Jadi, tidak heran bahwa banyak perusahaan yang saat ini saling mengintegrasikan ketiga sistem itu sekaligus di dalam perusahaan. Keberadaan ketiga sistem yang terintegrasi sekaligus ini membuat perusahaan akan lebih banyak mendapat dan mengambil keuntungan. Akan terjadi keuntungan baik dari segi efisiensi biaya, efisiensi waktu, dan efektifitas pelaksanaan program dalam perusahaan. Sebab, ternyata dengan keberadaan tiga sistem yang terintegrasi sudah mampu mencakup sebuah prosedur yang sesuai di dalamnya.

Tahap Indentifikasi Awal Manajemen K3 – OHSAS 18001

Tingkat kecukupan terhadap sistem dan fasilitas kesehatan dan juga keselamatan kerja di organisasi dan industri perusahaan sangat berbanding lurus dengan analisa dan identifikasi awal manajemen K3. Dalam menerapkan sistem dari manajemen K3, diperlukan tiga tahapan proses yang harus berjalan, yaitu:

  1. Evaluasi proses yang berjalan dengan sistem tersebut di perusahaan sebelumnya.
  2. Memeriksa dan mengecek seluruh prosedur dan dokumen yang ada dari sistem manajemen K3.
  3. Menganalisa level dan tingkat riwayat kecelakaan yang telah terjadi dan menyesuaikan dengan peraturan dan undang-undang yang sedang berlaku.

Standar OHSAS dalam Perusahaan yang Perlu Diketahui

OHSAS memiliki model yang berbasis pada metodologi Plan-Do-Check-Act (PDCA). Singkatnya, tahapan ini dapat dideskripsikan seperti di bawah ini.

  1. Plan (perencanaan): Merupakan langkah untuk menentukan tujuan dan proses yang diperlukan dalam memberikan hasil yang sesuai dengan kebijakan keselamatan dan keamanan perusahaan.
  2. Do (pelaksanaan): Merupakan proses pengimplementasian rencana yang telah dibuat sebelumnya.
  3. Check (pemeriksaan): Merupakan langkah untuk memantau dan menilai langkah kedua yang berupa pelaksanaan proses dengan didasarkan pada kebijakan K3, beserta tujuan dan juga standar persyaratan lainnya.
  4. Act (pengambilan tindakan)

Tahapan dan Implementasi dari Persiapan OHSAS di Perusahaan

  1. Melakukan identifikasi sistem manajemen K3

Tahap ini adalah tahap yang perlu dilakukan dalam melihat dan mengetahui apakah sebuah sistem dan fasilitas kesehatan yang ada sudah terpenuhi atau belum. Jika sudah, tahap selanjutnya dapat membantu menjamin semua peraturan yang berhubungan dengan keselamatan kerja karyawan.

  1. Persiapan dan penerapan sistem di perusahaan

Setelah tahap identifikasi sistem secara keseluruhan, tahap selanjutnya adalah melakukan persiapan tentang bagaimana harus memulai prosedur dan sistemm keselamatan kerja di kantor. Selain itu, tahap ini juga mencakup penerapannya pada sistem di perusahaan dengan seluruh aspek yang ada di perusahaan dan industri terkait.

  1. Melakukan penilaian terhadap sistem K3 perusahaan

Tahap akhir adalah melakukan penilaian terhadap sistem yang sudah dilaksanakan agar mengetahui tolok ukur yang tepat dalam standar dari sertifikasi OHSAS apakah layak atau tidak untuk diperoleh.

Jasa sertifikasi OHSAS Jakarta dapat membantu perusahaan yang membutuhkan sertifikasi OHSAS dalam membantu menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja. Dengan memakai jasa sertifikasi OHSAS Jakarta, perusahaan dapat menerima beberapa keuntungan dari penerapan manajemen K3, yaitu melindungi dan memenuhi hak keselamatan pekerja, memenuhi peraturan pemerintah, meningkatkan citra perusahaan dan menjaga kepercayaan konsumen, membuat sistem manajemen sumber daya karyawan menjadi lebih efektif. Jadi, segeralah buat dan urus sertifikasi OHSAS perusahaan Anda dengan jasa sertifikasi OHSAS Jakarta.